“Sesungguhnya Allah memperlihatkan kepadaku bumi, timur dan baratnya. Dan Allah melimpahkan dua perbendaharaan kepadaku, yaitu MERAH DAN PUTIH”(HR. Muslim, no.2889)
Tampilkan postingan dengan label muslim nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muslim nusantara. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 02 Februari 2013
Orasi Politik Presiden Partai terpilih
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin wabihi nasta’in wa ‘ala umuriddunya waddin, wahayyikum jami’an bitahiyyatin islam bil khalidah.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Presiden PKS, Anis Matta
dakwatuna.com - Para pimpinan PKS yang hadir pada siang hari ini, khususnya yang saya hormati, yang saya cintai, KH. Hilmi Aminuddin sebagai ketua Majelis Syura. Saya pertama kali mengucapkan penghargaan sedalam-dalamnya kepada Ketua Majelis Syura yang telah mengambil keputusan yang sangat kilat dan sangat cepat merespon usulan dan permohonan pengunduran diri Presiden kita semuanya yaitu Luthfi Hasan Ishaaq.
Saya juga ingin mengucapkan penghargaan yang sedalam-dalamnya kepada saudaraku, Luthfi Hasan Ishaaq. Kalau dia menonton acara ini, saya ingin mengatakan padanya, saya mencintainya. Dan seluruh pengurus, seluruh pemimpin PKS, seluruh kader PKS mencintai beliau. Kita juga percaya pada integritas beliau. Kita sepenuhnya tsiqah. Tetapi yang dihadapi oleh PKS hari ini adalah sebuah konspirasi besar yang bertujuan ingin menghancurkan partai ini.
Selasa, 06 November 2012
celoteh cerdas (H Agus Salim)
Asap Kretek di Istana Buckingham
Suatu hari pada 1953, Agus Salim -- mewakili Pemerintah Indonesia -- menghadiri penobatan Elizabeth II sebagai Ratu Inggris. Acara penobatan diselenggarakan di Istana Buckingham.
Dalam acara itu, Agus Salim melihat Pangeran Philip -- yang masih muda -- agak canggung menghadapi khalayak ramai yang hadir. Ia tampaknya belum terbiasa menempatkan diri sekadar sebagai pasangan (suami) ratu. Begitu canggungnya, sehingga ia lalai meladeni tamu-tamu asing yang datang dari jauh menghormati peristiwa penobatan isterinya.
Untuk sekadar melepas ketegangan Pangeran Philip, Agus Salim menghampirinya seraya mengayun-ayunkan rokok kreteknya sekitar hidung sang pangeran. Kata Agus Salim kemudian, "Paduka (Your Highness), adakah Paduka mengenali aroma rokok ini?"
Setelah mencoba menghirup-hirup bau asap rokok kretek itu, sang pangeran lalu mengakui tidak mengenal aroma rokok tersebut. Sambil tersenyum Agus Salim lalu mengatakan, "Inilah sebabnya 300 atau 400 tahun yang lalu bangsa Paduka mengarungi lautan mendatangi (menjajah) negeri kami."
Sang pangeran pun tersenyum dan dengan lebih luwes bergerak dan meladeni tamu-tamunya yang datang dari jauh.
Suatu hari pada 1953, Agus Salim -- mewakili Pemerintah Indonesia -- menghadiri penobatan Elizabeth II sebagai Ratu Inggris. Acara penobatan diselenggarakan di Istana Buckingham.
Dalam acara itu, Agus Salim melihat Pangeran Philip -- yang masih muda -- agak canggung menghadapi khalayak ramai yang hadir. Ia tampaknya belum terbiasa menempatkan diri sekadar sebagai pasangan (suami) ratu. Begitu canggungnya, sehingga ia lalai meladeni tamu-tamu asing yang datang dari jauh menghormati peristiwa penobatan isterinya.
Untuk sekadar melepas ketegangan Pangeran Philip, Agus Salim menghampirinya seraya mengayun-ayunkan rokok kreteknya sekitar hidung sang pangeran. Kata Agus Salim kemudian, "Paduka (Your Highness), adakah Paduka mengenali aroma rokok ini?"
Setelah mencoba menghirup-hirup bau asap rokok kretek itu, sang pangeran lalu mengakui tidak mengenal aroma rokok tersebut. Sambil tersenyum Agus Salim lalu mengatakan, "Inilah sebabnya 300 atau 400 tahun yang lalu bangsa Paduka mengarungi lautan mendatangi (menjajah) negeri kami."
Sang pangeran pun tersenyum dan dengan lebih luwes bergerak dan meladeni tamu-tamunya yang datang dari jauh.
mohammad Natsir
Ketika redaktur majalah “Al Wa’yul Islami” Kuwait: Ustadz Muhammad Yasir Al Qadhmani, bertanya tentang tokoh-tokoh yang berpengaruh pada dirinya dan perjuangannya, Mohammad Natsir berkata,
“Haji Syaikh Muhammad Amin Al Husaini, Imam Asy Syahid Hasan Al Banna, dan Imam Hasan Al Hudhaibi. Seorang tokoh-tokoh Indonesia adalah Syaikh Agus Salim dan Syaikh Ahmad Sukarti.”
***
Tokoh kita ini adalah Mohammad Natsir bin Idris Datusto, ulama piawai, ternama, politikus cekatan, dan pendidik utama.
Haji Agus Salim
”...Orang tua yang sangat pandai ini adalah seorang yang jenius. Ia
mampu bicara dan menulis secara sempurna sedikitnya dalam 9 bahasa.
Kelemahannya hanya satu: ia hidup melarat.” (Prof. Schermerhon dalam Het
dagboek van Schermerhon).
Hindia Belanda 1915. Terbetik sebuah isu, Syarikat Islam (SI) lewat Tjokroaminito, menerima uang 150.000 gulden dari Jerman. Dana sebesar itu, konon sengaja digelontorkan salah satu negara adi kuasa era tersebut, sebagai upaya untuk membeayai sebuah pemberontakan besar di tanah Jawa.
Demi menerima isu panas itu, pemerintah Hindia Belanda tidak tinggal diam. Mereka lantas menugaskan salah satu agen intel muda di PID (Politiek Inlichtingen Dien) untuk menyelidiki kebenaran isu tersebut. Namun, alih-alih mendapat informasi yang berharga, sang agen malah mengirim berita “mengejutkan” dari Surabaya. Isinya, ia menyatakan keluar dari PID.
Minggu, 29 Januari 2012
HOS Tjokroaminoto: Guru Para Pejuang
esq-news.com - Andai Soekarno tak pernah kos di rumah HOS Tjokroamonito, mungkin
sejarah tak akan pernah menyatatnya sebagai pemimpin bangsa. Beruntung,
Soekarno sempat tinggal di kediaman Tjokroaminoto, yang kemudian
dijadikannya sebagai guru. Dari tokoh itulah, Soekarno belajar banyak
dan mendapat inspirasi.
Tak cuma Soekarno yang berguru pada Haji Oemar Said (HOS)
Tjokroaminoto, melainkan juga Abikusno, Semaun, Alimin, Musso, HA Agus
Salim, Kartosuwirjo, Herman Kartowisastro, KH Mas Mansyur dan lain-lain.
Dari sekitar 20 nama yang berguru kepadanya itu, Soekarno kelak menjadi
tokoh PNI (Partai Nasional Indonesia), Abikusno Tjokrosujoso menjadi
tokoh PSII (Partai Syarikat Islam Indonesia), sementara Semaun, Alimin
dan Musso menjadi pemimpin PKI (Partai Komunis Indonesia), KH Mas
Mansyur aktif di Muhammadiyah.
Langganan:
Postingan (Atom)